Tulang Lebih Berpengaruh Kalau Tidak Merokok
![]() |
| Ilustrasi |
Hubungan antara rokok dengan risiko pengeroposan tulang atau osteoporosis bekerjsama sudah usang menjadi perhatian para ahli. Namun bagaimana keduanya dapat saling berhubungan, sejauh ini belum banyak diteliti lantaran lebih banyak yang meneliti efeknya pada jantung dan paru-paru.
Dalam sebuah penelitian terbaru yang dimuat di Journal of Proteome Research, imbas racun dalam asap rokok yang dapat merusak kesehatan tulang itu risikonya terungkap. Ketika terhirup ke dalam tubuh, racun-racun itu mensugesti acara 2 protein yang bekerjasama dengan proses pembentukan tulang.
Kedua protein yang dimaksud ialah osteoblast dan osteoclast. Protein osteoblast bertanggung jawab membentuk tulang baru, sedangkan osteoclast bekerja berlawanan yakni menghancurkan dan menyerap kembali tulang-tulang usang untuk digantikan dengan tulang baru.
Pada perokok, Gary Guishan Xiao yang memimpin penelitian ini melihat bahwa acara osteoclast cenderung meningkat sementara osteoblast justru melambat. Artinya menyerupai dikutip dari Sciencedaily, Jumat (27/7/2012), penghancuran dan peresapan kembali tulang usang terjadi lebih cepat daripada pembentukan tulang baru.
Hasil pengamatan terhadap faktor genetik pada sejumlah perokok yang kemudian dibandingkan dengan non perokok ini juga telah dikonfirmasi melalui eksperimen pada tikus. Dalam eksperimen tersebut, tikus yang terpapar asap rokok memang mengalami pengeroposan tulang yang lebih cepat.
Pengeroposan atau berkurangnya massa tulang merupakan keluhan yang selama ini lebih banyak dikaitkan dengan kekurangan kalisum saja. Akibat massanya berkurang, tulang yang keropos jadi lebih rentan mengalami keretakan atau patah ketika terjadi cedera. -

Comments
Post a Comment