Pengobatan Diabetes Pada Usia Belum Dewasa Dan Dewasa Lebih Sulit

 Artikel Informasi  Pengobatan Diabetes Pada Usia Anak Pengobatan Diabetes Pada Usia Anak-anak dan Remaja Lebih Sulit
Diabetes Mellitus
Artikel Informasi Pengobatan Diabetes Pada Usia Anak-anak dan Remaja Lebih Sulit - Beberapa puluh tahun yang lalu, diabetes banyak dialami oleh orang dewasa. Namun akhir-akhir ini, diabetes tipe 2 juga banyak dialami bawah umur dan remaja. Sayangnya, diabetes jauh lebih sulit diobati pada anak dibandingkan pada orang dewasa.

Sebuah penelitian dilakukan untuk menilik pengobatan diabetes di masa muda dan ingin melihat efektifitas beberapa metode pengaturan gula darah pada remaja yang gres didiagnosis diabetes dikala berusia 10 - 17 tahun. Para peneliti menemukan bahwa hampir separuh dari semua akseptor gagal menstabilkan gula darahnya selama masa penelitian 4 tahun. Bahkan, 1 dari 5 orang akseptor mengalami komplikasi serius.

Temuan ini cukup mengejutkan lantaran lantaran obesitas dan diabetes semakin meningkat jumlahnya di kalangan remaja. Diabetes yang tidak terkontrol sanggup meningkatkan risiko persoalan kesehatan serius menyerupai penyakit jantung, kehilangan penglihatan, gangguan saraf, amputasi dan gagal ginjal.

Sebelum tahun 1990-an, diabetes tipe 2 jarang ditemui pada anak-anak. Tapi lantaran bawah umur dan remaja di Amerika semakin banyak yang bertambah gemuk, jumlah kasus diabetes mulai meningkat. Sampai dikala ini, diabetes tipe 2 masih jarang dijumpai pada anak-anak, tetapi jumlahnya terus meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan. Pada tahun 2002 - 2005 saja, ada sekitar 3.600 kasus gres diabetes tipe 2 pada bawah umur dan remaja.

Dalam penelitian yang dimuat New England Journal of Medicine ini, peneliti memantau 699 orang remaja kelebihan berat tubuh dan obesitas yang gres didiagnosis diabetes. Sebagian besar akseptor berasal dari keluarga berpenghasilan rendah. 40% di antaranya ialah orang Hispanik, 33% orang Afrika Amerika, 20% orang kulit putih, 6% orang Indian dan kurang dari 2% ialah orang Asia.

Semua akseptor diberi metformin, obat standar yang dipakai untuk mengatasi diabetes tipe 2 dengan cara menormalkan kadar gula darah. Peserta kemudian dibagi menjadi 3 kelompok untuk melihat kemampuan kontrol gula darahnya.

Kelompok pertama memakai metformin saja. Kelompok kedua mengunakan metformin ditambah dengan olahraga, diet intensif dan agenda penurunan berat badan. Sedangkan kelompok ketiga memakai metformin ditambah obat lain, yaitu rosiglitazone (Avandia).

Hasilnya, tingkat kegagalan tetap tinggi dalam ketiga kelompok. Sekitar setengah remaja dalam kelompok pertama gagal menurunkan gula darahnya, 47% akseptor dalam kelompok kedua juga gagal dan 39% akseptor pada kelompok ketiga juga sama.

"Tingkat keparahan penyakit metabolik ini pada bawah umur cukup parah. Saya takut bawah umur ini akan jatuh sakit lebih cepat daripada bawah umur pada generasi sebelumnya," kata peneliti, Dr David M. Nathan, eksekutif sentra diabetes di Massachusetts General Hospital menyerupai dilansir New York Times, Kamis (3/5/2012).

Para penulis hanya bisa berspekulasi mengapa diabetes sangat sulit diobati pada bawah umur dan remaja, yaitu bisa disebabkan oleh pertumbuhan yang cepat dan perubahan hormon selama masa pubertas.

"Lima puluh tahun lalu, bawah umur tidak menghindari obesitas dengan menciptakan pilihan yang sehat, mereka tinggal di lingkungan yang menyediakan lebih sedikit kalori dan banyak acara fisik. Sebelum upaya menciptakan lingkungan yang mendukung bawah umur untuk makan lebih sedikit dan banyak bergerak berhasil, upaya pengobatan akan selalu gagal," kata Dr David Allen dari departemen pediatri di University of Wisconsin - Pengobatan Diabetes Pada Usia Anak-anak dan Remaja Lebih Sulit.

Comments