Mengenal Penyebab Terjadinya Baby Blues

 Artikel Informasi   Mengenal Penyebab Terjadinya Baby Blues
Sindrom Baby Blues
Artikel Informasi (KIA) Mengenal Penyebab Terjadinya Baby Blues - Kebahagiaan sesudah kelahiran anak sanggup sirna akhir depresi yang melanda. Gangguan depresi khas yang dialami oleh para ibu gres disebut oleh pakar sebagai postpartum syndrome, yang mungkin lebih sering Anda dengar dengan istilah baby blues.

Baby blues sanggup terjadi kapan saja, tetapi umumnya yaitu sekitar satu sampai tiga ahad sesudah kelahiran anak. Dalam masa ini, Anda mungkin akan menjadi lebih simpel murka atau malah simpel menangis tanpa alasan yang jelas. Nafsu makan mengalami perubahan, sementara Anda juga jadi simpel cemas atau sulit tidur. Sebagian ibu menjadi sangat simpel frustrasi ketika berhadapan dengan anaknya, dan cenderung menyalahkan diri sendiri lantaran tidak sanggup menjadi ibu yang baik. Pada kasus lain ada juga ibu yang begitu takut memegang bayinya lantaran khawatir akan melukai bayi itu atau dirinya sendiri.

Menurut ahli, beberapa faktor psikologis sanggup kuat terhadap munculnya baby blues, mulai dari tekanan emosional sampai sisi kepribadian sang ibu baru. Simak beberapa hal yang sanggup memicu timbulnya baby blues, dan bagaimana cara mengatasinya:

1. Kehamilan tidak direncanakan
Tidak siap untuk mempunyai anak sanggup kuat pada kondisi emosional calon ibu pada ketika hamil dan juga sesudah melahirkan, kata Sara Rosenquist, PhD, psikolog dari Chapel Hill, North Carolina. Menurut penulis After the Stork: The Couple's Guide to Prevention and Overcoming Postpartum Depression ini, Anda perlu mencoba untuk tidak terlalu berfokus pada aspek-aspek negatif dari mempunyai anak.

"Pilihannya yaitu menganggap anak itu sebagai karunia dalam hidup, atau sebaliknya," kata Rosenquist lagi. Bertukar pikiranlah dengan sesama ibu, biar Anda lebih kasatmata dalam menyambut kelahiran bayi dalam keluarga.

2. Hubungan dengan pasangan sedang bermasalah
Stres akhir persoalan dengan pasangan sanggup kuat terhadap munculnya baby blues. "Adanya persoalan sanggup meningkatkan rasa kecewa Anda," papar Rosenquist. "Sementara konflik tak berkesudahan dengan pasangan sanggup menimbulkan depresi." Datangnya anggota keluarga gres sanggup dianggap sebagai embel-embel masalah.

Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya semenjak awal Anda sudah mulai berkonsultasi dengan penasihat perkawinan. Dengan begitu, energi dan waktu Anda tidak dihabiskan untuk hal-hal yang negatif sehingga lebih siap untuk hal yang lebih besar, yaitu kelahiran anak.

3. Kurangnya dukungan keluarga
Pasangan yang tidak membantu dalam merawat anak sanggup menciptakan Anda frustasi pada masa awal mempunyai anak. Begitu juga bila Anda tidak mempunyai sobat erat atau anggota keluarga yang sanggup membantu merawat bayi. Padahal, adanya dukungan yang besar dari orang-orang sekitar sanggup menciptakan Anda merasa lebih kuat dan percaya diri dalam merawat bayi.

Mulai membangun sistem support sebelum sang bayi lahir, berdasarkan profesor Psikologi Michael O'Hara, PhD, dari University of Iowa, sanggup sangat membantu mengatasi persoalan ini. Jika tidak ada sobat yang tinggal di erat Anda, cobalah mulai berteman dengan para ibu di kawasan sekitar rumah. Atau, andalkan sumbangan dari baby sitter.

4. Anda gres mengalami tragedi yang pahit
Perceraian atau ajal dari anggota keluarga sanggup menambah risiko Anda untuk mengalami postpartum syndrome. Bahkan, perubahan drastis menyerupai gres pindah rumah juga sanggup memperlihatkan imbas yang serupa, begitu berdasarkan Maria Muzik, MD, dari University of Michigan Health System. Karena itu, sangat disarankan pada ibu hamil untuk menghindari adanya perubahan hidup terlalu besar (yang tentunya disengaja) selama kehamilan dan sesudah melahirkan. Jika bisa, tunda planning pindah rumah sampai Anda merasa lebih stabil.

5. Anda terlalu perfeksionis
Selalu mengharapkan segalanya berjalan tepat sanggup menciptakan seseorang jadi simpel frustrasi pada ketika yang terjadi yaitu sebaliknya. Itu sebabnya, berdasarkan Kim Zittel, PhD, MSW, ajudan profesor di bidang sosial dari Buffalo State College, New York, Anda perlu sedikit menurunkan standar.

"Para perfeksionis akan menuntut dirinya sendiri menjadi ibu yang sempurna. Ia juga mengharapkan pasangannya akan menjadi ayah teladan, dan anaknya yaitu bayi yang bagus bagaikan malaikat," tutur Zittel lagi.

Begitu hal ini tidak tercapai, para ibu ini akan mulai menyalahkan diri sendiri dan terjebak dalam depresi. Lebih baik, Anda mencoba untuk bersikap lebih realistis dan mencar ilmu untuk mendapatkan segala hal dengan pikiran terbuka - Mengenal Penyebab Terjadinya Baby Blues.

Comments